HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP SEDENTARY DENGAN TINGKAT RISIKO TERKENA DM TIPE 2 PADA REMAJA (Studi di SMA Negeri 8 Kota Cirebon)
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Mohammad Nazma Salim |
| Pengarang 1 | : Uswatun Khasanah |
| Pengarang 2 | : Aris Sunaryo |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.46 Moh h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 47 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang kini mulai menyerang kelompok usia muda, termasuk remaja. Salah satu faktor risiko penting yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan kejadian DM tipe 2 adalah gaya hidup sedentary, yaitu perilaku duduk atau kurang gerak dalam waktu yang lama.Tujuan: Mengetahui gambaran gaya hidup sedentary, tingkat risiko terkena DM tipe 2, serta hubungan antara keduanya pada remaja.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan di SMA Negeri 8 Kota Cirebon pada bulan April–Mei 2025 dengan jumlah responden sebanyak 288 siswa. Responden dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire) untuk mengukur gaya hidup sedentary dan kuesioner FINDRISC (Finnish Diabetes Risk Score) untuk mengukur tingkat risiko DM tipe 2. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki gaya hidup sedentary tinggi (85,07%) dan berada pada tingkat risiko DM tipe 2 kategori rendah (50%), cukup rendah (22,92%), sedang (19,79%), serta tinggi (7,29%). Tidak terdapat responden pada kategori sangat tinggi. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara gaya hidup sedentary dan tingkat risiko terkena DM tipe 2 (p = 0,007; r = 0,160).
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6966 | Tidak |