PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUNGGAL DAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Bacillus subtilis

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Zafira Khaulah Wahyu
Pengarang 1 : Yandri Naldi
Pengarang 2 : Dadan Ramadhan A
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 0 Zaf p
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 86 hlm
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

1Latar Belakang: Bacillus subtilis dapat menyebabkan kontaminasi pada berbagai produk serta berpotensi menimbulkan infeksi oportunistik sebanyak 38,1% pada isolat di rumah sakit. Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam. Daun meniran (Phyllanthus niruri) dan daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Menganalisis dan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak tunggal daun meniran, ekstrak tunggal daun kelor, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan Bacillus subtilis ATCC 6633. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Sampel berupa ekstrak daun meniran dan daun kelor yang diuji pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, baik sebagai ekstrak tunggal maupun kombinasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, dilanjutkan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut (post hoc) Tukey. Hasil: Diameter zona hambat terbesar pada ekstrak daun meniran pada konsentrasi 40% sebesar 11,35mm, sedangkan pada ekstrak daun kelor pada konsentrasi 40% menghasilkan diameter zona hambat sebesar 10,78 mm. Kombinasi ekstrak daun meniran 40% dan daun kelor 40% menghasilkan diameter zona hambat sebesar 9,63mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun meniran, ekstrak daun kelor, dan kombinasi keduanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis. Aktivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, namun kombinasi ekstrak belum memberikan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tunggal terbaik.

Kata kunci: Bacillus subtilis, Phyllanthus niruri, Moringa oleifera, antibakteri, kombinasi ekstrak, zona hambat.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada