PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK ATSIRI TEA TREE (Melaluca alternifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Yoanka Julio |
| Pengarang 1 | : Yandri Naldi |
| Pengarang 2 | : Hikmah Fitriani |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Yoa p |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 68 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab berbagai infeksi pada manusia. Tingginya kejadian infeksi mendorong upaya pengendalian infeksi melalui pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak atsiri tea tree (Melaleuca alternifolia) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak atsiri tea tree (Melaleuca alternifolia) serta membandingkan efektivitas keduanya terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post-test only control group design. Minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak atsiri tea tree (Melaleuca alternifolia) diuji pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil: Rerata diameter zona hambat minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 3,00 mm, 4,84 mm, dan 6,37 mm. Rerata diameter zona hambat minyak atsiri tea tree (Melaleuca alternifolia) pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% berturut-turut sebesar 11,96 mm, 15,49 mm, dan 19,12 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,001). Uji lanjut Games–Howell menunjukkan seluruh pasangan kelompok memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Simpulan: Minyak atsiri daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak atsiri tea tree (Melaleuca alternifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Kata Kunci: Staphylococcus aureus, Piper betle L., Melaleuca alternifolia, minyak atsiri, zona hambat.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |