GAMBARAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS DAN KARAKTERISTIK LUKA PADA KASUS PENGANIAYAAN DI RS BHAYANGKARA INDRAMAYU TAHUN 2024-2025
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Muhammad Fariq Naufal Algiffary |
| Pengarang 1 | : Muhammad Irsyad Baihaqi |
| Pengarang 2 | : Riza Rivani |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Muh g |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 62 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Penganiayaan merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hukum yang dapat menimbulkan berbagai jenis luka. Di Indonesia, jumlah kasus penganiayaan meningkat dari 34.452 kasus pada tahun 2022 menjadi 51.106 kasus pada tahun 2023. Karakteristik luka berperan penting dalam pemeriksaan forensik untuk menentukan mekanisme kekerasan dan mendukung pembuktian hukum. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik demografis dan karakteristik luka pada kasus penganiayaan di RS Bhayangkara Indramayu periode 2024–2025. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik demografis dan karakteristik luka pada kasus penganiayaan di RS Bhayangkara Indramayu periode 2024–2025. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) retrospektif menggunakan data Visum et Repertum korban penganiayaan. Hasil: Sebagian besar korban mengalami luka akibat benda tumpul (92,7%), diikuti luka akibat benda tajam (4,9%) dan kombinasi keduanya (2,4%). Lokasi luka terbanyak terdapat pada kepala dan leher (42,7%), diikuti lokasi multipel (41,5%). Mayoritas korban dewasa (58,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (76,8%). Simpulan: Korban penganiayaan di RS Bhayangkara Indramayu periode 2024 2025 didominasi laki-laki dewasa. Jenis luka yang paling sering ditemukan adalah luka akibat benda tumpul dengan lokasi terbanyak pada kepala dan leher.
Kata Kunci: Korban penganiayaan, luka, RS Bhayangkara, Visum et Repertum
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |