EVALUASI KONSUMSI ANTIBIOTIK KUANTITATIF PADA PASIEN DENGAN INFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS TIPE RESISTEN DAN SENSITIF METHICILLIN DI RSD GUNUNG JATI CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Naupal Bima Lesmana |
| Pengarang 1 | : M. Erwin Indrakusuma |
| Pengarang 2 | : Dimas Aryo Kusumo |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Nau e |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 76 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang : Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan salah satu bakteri resisten yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memberikan tekanan seleksi terhadap bakteri dan meningkatkan risiko munculnya resistensi, sehingga pemantauan pola konsumsi antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan penting dilakukan. Tujuan : Evaluasi konsumsi antibiotik kuantitatif pada pasien dengan infeksi S.aureus tipe resisten dan sensitif methicillin Di RSD Gunung Jati Cirebon. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 155 rekam medis pasien rawat inap dengan infeksi Staphylococcus aureus, terdiri atas 31 pasien MRSA dan 124 pasien MSSA. Konsumsi antibiotik diukur menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dengan satuan DDD/100 patient-days. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan Spearman. Hasil : Dari total 155 pasien infeksi S. aureus, prevalensi MRSA sebesar 20%, sedangkan MSSA sebesar 80%. Metronidazole, ceftriaxone, dan levofloxacin merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi pada kedua kelompok. Pada MRSA penggunaan metronidazole sebesar 22,3 DDD/100 patient-days, ceftriaxone 11,8 DDD/100 patient-days, dan levofloxacine 8,1 DDD/100 patient-days. Sedangkan pada MSSA, metronidazole 32,3 DDD/100 patient-days, ceftriaxone 8,6 DDD/100 patient-days, dan levofloxacine 8,1 DDD/100 patient-days. Analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan konsumsi antibiotik antara kelompok MRSA dan MSSA. Konsumsi vancomycin, cefuroxime, levofloxacin, cefotaxime, dan cefixime lebih tinggi pada kelompok MRSA, sedangkan gentamicine lebih tinggi pada kelompok MSSA.
Kata kunci : Konsumsi Antibiotik, ATC/DDD, MRSA, MSSA.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |