HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PESISIR KOTA CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Mohamad Dimas Nurullah |
| Pengarang 1 | : Mustika Weni |
| Pengarang 2 | : Kati Sriwiyati |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Moh h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 85 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator yang digunakan untuk menilai status gizi seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Peningkatan prevalensi overweight dan obesitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola makan dan aktivitas fisik. Wilayah kerja UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah dengan angka obesitas yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan IMT. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2026 di UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pola makan diukur menggunakan metode food recall 24 jam, aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan IMT dihitung berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden berada pada pola makan kategori cukup (50,0%), aktivitas fisik kategori sedang (52,1%), dan IMT kategori obesitas (39,6%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan IMT (p<0,001; r=0,492) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan IMT (p=0,394; r=0,088). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan IMT, sedangkan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan IMT pada masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon.
Kata Kunci: pola makan, aktivitas fisik, indeks massa tubuh, IMT, status gizi
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |