EVALUASI POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN LUKA BAKAR RAWAT INAP DI RSUD WALED TAHUN 2021-2025 DENGAN METODE DEFINED DAILY DOSE (DDD) DAN DRUG UTILIZATION 90% (DU 90%)
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Nur Khafid Saefudin |
| Pengarang 1 | : Dini Sapardini Warsodoedi |
| Pengarang 2 | : Rama Samara Brajawikalpa |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Nur e |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 74 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar belakang: Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang terjadi akibat paparan panas, bahan kimia, listrik, radiasi, atau gesekan yang menyebabkan hilangnya integritas kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Infeksi merupakan komplikasi utama pada pasien luka bakar yang berkontribusi terhadap terjadinya peningkatan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya pelayanan kesehatan. Antibiotik sering diberikan sebagai terapi empiris, namun penggunaannya yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR). Oleh karena itu, evaluasi kuantitatif penggunaan antibiotik sangat diperlukan untuk mendukung program pengendalian resistensi antimikroba ditingkat nasional maupun di rumah sakit. Tujuan: Mengevaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien luka bakar rawat inap di RSUD Waled periode 2021–2025 menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU90%). Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross sectional retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yang kemudian diperoleh 65 pasien luka bakar rawat inap berusia ≥18 tahun. Kuantitas penggunaan antibiotik dihitung menggunakan metode DDD dalam satuan DDD/100 patient-days berdasarkan klasifikasi ATC/DDD WHO, kemudian dianalisis menggunakan metode DU90% untuk menentukan kelompok obat yang paling dominan digunakan Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (66,2%), berusia 25–44 tahun (43,1%), mengalami luka bakar akibat api (66,2%), mengalami derajat luka bakar IIA (47,7%), dengan tingkat keparahan ringan dan sedang (masing-masing 33,8%), dengan nilai median lama rawat inap 5 hari.
Kata kunci: antibiotik, luka bakar, ATC/DDD, DU90%,
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |