UJI AKTIVITAS DAYA HAMBAT FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN BUTANOL DAGING BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) VAR. GEDONG GINCU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 29213
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Kholidah Widya Wardhani |
| Pengarang 1 | : Rama Samara Brajawikalpa |
| Pengarang 2 | : Hikmah Fitriani |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.92 Kho u |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 56 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan suatu bakteri paling sering yang menyebabkan penyakit infeksi nasokomial. Tingginya kejadian resistensi antibiotik diperlukan pengobatan alternatif yang berdasarkan daging buah mangga (Mangifera indica L.) var. Gedong gincu karena belum banyak diketahui khasiat dan manfaatnya. Tujuan : Skrining fitokimia dan mengetahui efektivitas dari fraksi n-heksan, etil asetat, dan butanol daging mangga (Mangifera indica L.) var. gedong gincu dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus ATCC 29213. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group dan analisis statistik shapiro wilk, dilanjut uji lanjutan Mann whitney . Konsentrasi fraksi n-heksan, etil asetat, dan butanol daging mangga (Mangifera indica L.) var. Gedong gincu (0,5%, 1%, 2%, 4%, 6%) diuji ke bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213 menggunakan metode pour plate dihitung dengan colony counter lalu dihitung menggunakan rumus presentase. Hasil : Fraksi daging buah mangga (Mangifera indica L.) var. Gedong gincu memiliki senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, tannin, triterpenoid, saponin, dan fenolik. konsentrasi 6% dari masing-masing fraksi daging buah mangga (Mangifera indica L.) var. Gedong gincu memiliki daya hambat tinggi (0>0,05) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213. Simpulan :Fraksi etil asetat daging buah (Mangifera indica L.) var. Gedong gincu konsentrasi 6% memiliki daya hambat paling tinggi (99,7%) dibandingkan dengan fraksi lainnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213.
Kata Kunci: daun kersen, daun kemangi, Salmonella typhi, metabolit sekunder, kombinasi ekstrak.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7262 | Tidak |