HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KEJADIAN NYERI LEHER PADA PEMBATIK DI KAMPUNG BATIK TRUSMI CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Dafa Yuda Saputa
Pengarang 1 : Ade Yusuf
Pengarang 2 : Febryanti Purnamasari
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 611.7 Daf h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 43 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

 

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dikeluhkan masyarakat. Postur kerja tidak ergonomis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri leher. Pada pembatik, postur kerja tidak alamiah dilakukan dalam waktu lama beserta gerakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja terhadap kejadian nyeri leher pada pembatik. Tujuan: Mengetahui hubungan postur kerja dengan kejadian nyeri leher pada pembatik di kampung batik trusmi cirebon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian berada di Kampung Batik Trusmi Cirebon dimulai pada April hingga Juni 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 81 pembatik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Postur kerja pembatik diukur dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pengukuran nyeri leher menggunakan kuesioner Neck Disability Index (NDI). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian postur pada pembatik paling banyak berisiko tinggi yaitu pada 47 orang. Untuk nyeri leher yang dikeluhkan pembatik terdapat 72 orang. Berdasarkan uji analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman, didapatkan hasil signifikan (p=0,031; r=0,239). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi yang lemah antara postur kerja dengan kejadian nyeri leher pada pembatik di Kampung Batik Trusmi Cirebon.

Kata Kunci: Postur kerja, nyeri leher, pembatik

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 7009 Tidak