HUBUNGAN ANTARA NILAI HBA1C DAN DURASI TERDIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN FATTY LIVER DISEASE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALED CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Devika Mariana Agustia
Pengarang 1 : Nihayatul Amaliyah
Pengarang 2 : Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.46 Dev h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 51 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Fatty liver disease didefinisikan sebagai akumulasi asam lemak dalam bentuk trigliserida pada sitoplasma hepatosit. Pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko sekitar 3-5 kali lipat untuk terjadinya fatty liver disease. Penurunan penggunaan glukosa oleh sel tubuh yang diakibatkan oleh diabetes melitus tipe 2 menyebabkan peningkatan pada metabolisme lemak yang menyebabkan hati mengalami akumulasi lemak sehingga menyebabkan fatty liver disease. Tujuan: Mengetahui hubungan antara nilai HbA1c dan durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian fatty liver disease di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Cirebon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Data didapatkan dari hasil wawancara dan rekam medik. Sampel penelitian didapatkan sebanyak 33 yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik total sampling. Uji analisis pada penelitian ini menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar pasien memiliki kontrol HbA1c buruk (57,6%) dan durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dengan rentang <5 tahun (54,5%) serta sebanyak (69,7%) pasien tidak mengalami fatty liver disease. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai HbA1c dengan kejadian fatty liver disease didapatkan p-value 0,707 dan durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian fatty liver disease didapatkan p-value 0,020 (PR=4,800 ; 95% CI=1,196-19,266).

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 7007 Tidak