HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DENGAN MALNUTRISI LANSIA DI PUSKESMAS KALIJAGA

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Elpania Agustin
Pengarang 1 : M. Duddy Satrianugraha W
Pengarang 2 : Shofa Nur Fauzah
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.39 Elp h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 40 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Penurunan berat badan merupakan salah satu tanda kekurangan zat gizi yang akhirnya akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada lansia di angka 1,99% sehingga kemandirian pada lansia memiliki peran penting dalam kualitas hidup dan kesehatannya, termasuk dalam hal pemenuhan gizi. Penurunan kemandirian dapat meningkatkan malnutrisi yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan lansia. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara tingkat kemandirian dan malnutrisi pada lansia di Puskesmas Kalijaga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kemandirian dengan malnutrisi pada lansia yang terdaftar di Puskesmas Kalijaga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 144 lansia yang datang ke Puskesmas Kalijaga, yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat kemandirian menggunakan instrumen Activity of Daily Living (ADL) dan Instrumental Activity of Daily Living (IADL), serta status gizi menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kemandirian dan status gizi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia di Puskesmas Kalijaga memiliki tingkat kemandirian yang baik. Sebanyak 75,7% responden dikategorikan mandiri berdasarkan penilaian ADL dan IADL.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6996 Tidak