HUBUNGAN ANTARA KETAHANAN PANGAN DAN KERAGAMAN PANGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PESISIR KOTA CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Erika Farah Felicia
Pengarang 1 : Shofa Nur Fauzah
Pengarang 2 : Ricardi Witjaksono A
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.39 Eri h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 48 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2022, prevalensi stunting global mencapai 22,3%, dan prevalensi stunting menurut Open Data Jabar di Kota Cirebon mencapai 19,9%. Stunting terjadi akibat berbagai faktor meliputi kurangnya asupan gizi, pemberian ASI yang tidak optimal, infeksi berulang, keterbatasan akses pangan, rendahnya keragaman makanan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kondisi ini semakin kompleks pada wilayah pesisir, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pesisir Kota Cirebon, angka stunting meningkat meski potensi pangan laut melimpah. Tujuan: Mengetahui hubungan ketahanan dan keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pesisir Kota Cirebon. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel 78 responden dilaksanakan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pesisir pada bulan Mei 2025 yang dipilih secara consecutive sampling, menggunakan kuesioner HFIAS dan IDDS, serta pengukuran antropometri. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara ketahanan pangan (p=0,002) dan keragaman pangan (p=0,001) dengan kejadian  stunting. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan kejadian stunting. Pencegahan perlu melibatkan edukasi keluarga serta peningkatan akses pangan bergizi dan beragam.

Kata Kunci : Stunting, Ketahanan Pangan, Keragaman Pangan, Balita, Wilayah Pesisir

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6995 Tidak