HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK DAN RHINITIS ALERGI DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) PADA PASIEN DI RSD GUNUNG JATI CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Hila Gina Bakriyanayiroh |
| Pengarang 1 | : Adetya Rahma Dinni |
| Pengarang 2 | : Witri Pratiwi |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.23 Hil h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 70 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah salah satu penyebab kematian global. Merokok dikenal sebagai faktor risiko utama PPOK, sedangkan rhinitis alergi berpotensi memperberat gejala dan mempercepat progresivitas penyakit melalui mekanisme inflamasi kronis saluran napas. Provinsi Jawa Barat, termasuk Kota Cirebon, memiliki prevalensi perokok dan kasus PPOK yang tinggi. Namun, data mengenai hubungan antara derajat merokok dan rhinitis alergi dengan tingkat keparahan PPOK di wilayah ini masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat merokok dan rhinitis alergi dengan derajat keparahan PPOK pada pasien di RSD Gunung Jati Cirebon. Metode: Observasional analitik dengan rancangan Crossectional. Subjek penelitian adalah pasien PPOK di poli paru RSD Gunung Jati Cirebon dengan pengambilan sampel menggunakan Teknik Consecutive Sampling. Derajat merokok diukur menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan rhinitis alergi ditentukan berdasarkan kuesioner untuk rhinitis alergi (SFAR). Derajat keparahan PPOK diklasifikasikan berdasarkan GOLD. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6980 | Tidak |