UJI EFEKTIVITAS FRAKSI n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN BUTANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus ATCC 29213
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Nasywa Salsabila Sacharani |
| Pengarang 1 | : Dadan Ramadhan Apriyanto |
| Pengarang 2 | : Sri Marfuati |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.9 Nas u |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 61 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif penyebab utama infeksi nosokomial dengan prevalensi 70% di kawasan Asia dan di Indonesia mencapai 28%. Penyakit infeksi ini dapat diatasi menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik ini banyak menyebabkan resistensi terhadap bakteri. Dapat dilakukan alternatif lain dengan memanfaatkan metabolit sekunder dari tanaman. Rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan: Mengetahui efektivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan butanol dari rimpang lengkuas merah dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213. Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only control group menggunakan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA) untuk mengukur zona hambat dari masing-masing fraksi dengan variasi konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100%. Dilakukan uji hipotesis non parametrik Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji perbedaan Mann Whitney. Hasil: Ketiga fraksi menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Fraksi etil asetat konsentrasi 100% memiliki daya hambat paling kuat dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu 19,96 mm (Kuat), disusul fraksi n-heksan dengan rata-rata 12,88 mm (Kuat) dan butanol dengan rata-rata 8,1 mm (Sedang). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar fraksi dan konsentrasi terhadap diameter zona hambat. Simpulan: Fraksi etil asetat rimpang lengkuas merah adalah yang paling efektif dalam menghambat Staphylococcus aureus ATCC 29213, dibanding fraksi n-heksan dan butanol.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6949 | Tidak |