ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER FRAKSI ETIL ASETAT KULIT MANGGA (Mangifera indica L.) VAR. GEDONG GINCU SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus ATCC 29213 DAN Escherichia coli ATCC 25922
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Naufal Zahiril Fathiy |
| Pengarang 1 | : Rama Samara Brajawikalpa |
| Pengarang 2 | : Amanah Amanah |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 634.42 Nau a |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 56 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Metabolit sekunder adalah senyawa yang dihasilkan oleh biosintesis tanaman dan memiliki berbagai fungsi biologis, termasuk sifat antibakteri. Ada bukti bahwa senyawa seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, dan saponin memiliki kemampuan untuk menghentikan perkembangan bakteri patogen. Kulit mangga (Mangifera indica L.), salah satu bagian tanaman yang kaya akan senyawa metabolit sekunder ini, sering dianggap limbah. Namun, tanaman ini mengandung berbagai bahan bioaktif yang memiliki potensi farmakologis, termasuk aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan : Mengetahui senyawa metabolit sekunder fraksi etil asetat kulit mangga gedong gincu dan persentase daya hambat terhadap S. aureus ATCC 29213 dan E. coli ATCC 25922 Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Pembuatan ekstrak menggunakan etanol 70% setelah itu dilakukan fraksinasi dengan pelarut etil asetat, analisis LC-MS dan daya hambat pada tujuh konsentrasi (0,5–10%) diuji ke bakteri S. aureus ATCC 29213 dan E. coli ATCC 25922 menggunakan metode pourplate. Uji ANOVA dan LSD digunakan untuk menganalisis data. Hasil: LC-MS mengidentifikasi lima senyawa dominan: isoquercetin, mangiferin, theogallin, glucuronida, dan dihydromyricetin. Kedua bakteri uji menunjukkan nilai persentase daya hambat paling besar pada konsentrasi 10% dengan persentase 62% untuk S. aureus dan 67% untuk E. coli. Efektivitas fraksi etil asetat lebih tinggi terhadap E. coli dibanding S. aureus berdasarkan rata-rata jumlah koloni. i.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6947 | Tidak |