HUBUNGAN PARITAS DAN PREEKLAMPSIA TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Nurul Rahmawati Hikmah |
| Pengarang 1 | : Triono Adi Suroso |
| Pengarang 2 | : Thysa thysmelia Affandi |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 618.36 Nur h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 44 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar belakang : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi penyebab utama peningkatan morbiditas, mortalitas dan kecacatan pada bayi dan neonatus. Berdasarkan kementrian Kesehatan Republik Indonesia angka BBLR Tahun 2023 didapatkan 39%. Preeklampsia dan Paritas merupakan salah satu faktor risiko untuk melahirkan BBLR. Tujuan : Mengetahui hubungan paritas dan preeklampsia terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Permata Cirebon. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan mengambil data sekunder menggunakan rekam medis. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit permata cirebon. Teknik pengambilan sampel cara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden dan dilakukan selama periode januari 2022 sampai Desember 2024. Hasil : Distribusi frekuensi menunjukan bahwa 55,8% responden yaitu primiparitas 69,5% mengalami preeklampsia dan 57,9% bayi mengalami BBLR. Hasil Chi-Square Pearson menunjukkan nilai p=0,000 untuk hubungan paritas dengan kejadian BBLR, dan p=0,002 untuk hubungan preeklampsia dengan kejadian BBLR. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dan preeklampsia dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Permata Cirebon.
Kata kunci : Paritas, Preeklampsia dan BBLR.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6942 | Tidak |