KARAKTERISTIK PASIEN DAN KLASIFIKASI ABSES LEHER DALAM DI RSUD WALED TAHUN 2022-2024
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Rosya Diyanatusyifa |
| Pengarang 1 | : Edy Riyanto Bakri |
| Pengarang 2 | : Herry Nurhendriyana |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.9 Ros k |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 48 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Abses leher dalam merupakan suatu infeksi yang melibatkan ruang potensial dan jaringan fasia di leher, ditandai oleh akumulasi nanah (pus). Infeksi ini dapat berasal dari berbagai sumber dan dapat berkembang menjadi beberapa tipe, seperti abses peritonsil, retrofaring, parafaring, submandibular, hingga angina ludwig, yang sering disertai gejala berupa nyeri tenggorokan, pembengkakan, dan keluhan lainnya. Kondisi ini memiliki potensi untuk berkembang dengan cepat, menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa, serta memberikan dampak besar pada kesehatan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga membutuhkan penanganan segera dan tepat.Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien dan klasifikasi abses leher dalam di RSUD Waled tahun 2022-2024. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif dengan tenik total sampling pada data rekam medis pasien yang didiagnosis dengan abses leher dalam di RSUD Waled selama periode 2022-2024. Hasil: Terdapat 63 pasien dengan abses leher dalam, kelompok usia terbanyak adalah 19-59 tahun (71,4%), dengan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (66,7%). Penyebab paling umum adalah infeksi gigi (96,8%). Berdasarkan lokasi anatomis, abses submandibula menjadi yang paling sering terjadi (58,7%), dengan gejala utama berupa nyeri tenggorok (96,8%). Pengobatan yang dilakukan mencakup insisi (100%), serta penggunaan antibiotik oral (41,3%) dan injeksi (58,7%).
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6933 | Tidak |