GAMBARAN POLA GANGGUAN TAJAM PENGLIHATAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 1 KARYAMULYA KOTA CIREBON PADA TAHUN 2025
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Rista Nur Akmalia Dewi |
| Pengarang 1 | : Boyke Sisprihattono |
| Pengarang 2 | : Risnandya Primanagara |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 617.71 Ris g |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 41 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) mencatat lebih dari 90 juta anak mengalami gangguan penglihatan, kondisi ini muncul sejalan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Faktor predisposisi meliputi perilaku visual yang tidak ergonomis seperti membaca dari jarak jauh tanpa pencahayaan yang memadai, jarak membaca yang terlalu dekat, ketidaksesuaian sarana dan prasarana pendidikan, serta penggunaan perangkat digital menjadi penyebab utama tingginya angka gangguan tajam penglihatan pada usia sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pola Gangguan Tajam penglihatan pada Anak Sekolah Dasar di SDN 1 Karyamulya Kota Cirebon pada Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif observasional. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan melaksanakan pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan snellen chart dan pinhole serta penilaian faktor risiko menggunakan kuisioner dengan total subjek pada penelitian ini sebanyak 58 responden. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 55.2% siswa berjenis kelamin laki-laki. 81% mengalami gangguan penglihatan pada kedua mata, dengan jenis gangguan refraksi sebesar 74.1% pada mata kanan, 70.7% pada mata kiri. Sebanyak 74.1% siswa mendapatkan paparan gadget karena dipinjami orang tuanya dengan durasi 1-2 jam sebanyak 32.8%. Sebanyak 44.8% anak memiliki riwayat mata minus pada keluarga.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6932 | Tidak |