HUBUNGAN ANTARA FUNGSI GINJAL DAN REHOSPITALISASI DALAM 90 HARI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Raka Muslim A.R
Pengarang 1 : Yogi Puji Rachmawan
Pengarang 2 : Rose Indriyati
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.61 Rak h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 48 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar belakang: Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global dengan angka rehospitalisasi yang tinggi. Salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan resiko rehospitalisasi adalah penurunan fungsi ginjal, yang sering ditemukan sebagai komorbid pasien gagal jantung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara fungsi ginjal yang dinilai dengan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) dan kejadian rehospitalisasi dalam 90 hari pada pasien gagal jantung. Metode: Penelitian ini merupakan studi cohort retrospective yang dilakukan di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon. Subjek adalah pasien gagal jantung yang di ambil menggunakan rekam medis pada bulan Januari 2024-Mei 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Data fungsi ginjal dihitung menggunakan rumus CKD-EPI dan pasien diikuti selama 90 hari untuk menilai kejadian rehospitalisasi. Analisis dilakukan dengan cox proportional hazard. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan penurunan fungsi ginjal (eGFR <90 mL/min/1.73m2) memiliki rehospitalisasi yang lebih tinggi dalam 90 hari dibandingkan pasien dengan fungsi ginjal normal. Hubungan ini signifikan secara statistik dengan p value 0,024. Simpulan: Penurunan fungsi ginjal berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian rehospitalisasi dalam 90 hari pada pasien gagal jantung. Evaluasi fungsi ginjal secara rutin penting dilakukan untuk mengidentifikasi pasien beresiko tinggi sehingga dapat menurunkan kejadian rehospitalisasi.

 

Kata Kunci: gagal jantung, fungsi ginjal, eGFR, rehospitalisasi, CKD-EPI

 

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6928 Tidak