UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella thypi
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Sarah Permatasari |
| Pengarang 1 | : Mustika Weni |
| Pengarang 2 | : Rama Samara Brajawikalpa |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.92 Sar u |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 62 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab demam tifoid yang masih menjadi masalah kesehatan. Pemanfaatan tanaman obat seperti daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) menjadi alternatif karena kandungan metabolit sekundernya yang aktif sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari masing-masing tanaman, serta efektivitas ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan kemangi dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental post-test only control group design. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Salmonella Shigella Agar, diinkubasi selama 24 jam. Zona hambat diukur menggunakan jangka sorong. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil: Ekstrak kersen 15% menghasilkan zona hambat 3,81 mm dan 30% sebesar 6,26 mm. Ekstrak kemangi 15% menghasilkan 4,83 mm dan 30% sebesar 8,65 mm. Kombinasi kersen 15% + kemangi 30% sebesar 14,13 mm,kersen 30% + kemangi 15% sebesar 12,16 mm; dan kombinasi 30% + 30% menunjukkan zona hambat tertinggi 16,16 mm. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p < 0,05, dengan perbedaan bermakna antar kelompok; uji Mann-Whitney menunjukkan kombinasi 30%:30% berbeda signifikan dengan kontrol negatif.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6919 | Tidak |