HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN INDEKS ERITROSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSD GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2026
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Reza Putra Jaya |
| Pengarang 1 | : M.Duddy Satrianugraha |
| Pengarang 2 | : Herry Nurhendriyana |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Rez h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 65 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
1Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan yang sering disertai komplikasi Anemia akibat gangguan produksi eritropoietin. Pemeriksaan indeks eritrosit yang meliputi Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) diperlukan untuk menilai karakteristik anemia pada pasien GGK. Usia dan jenis kelamin diduga memengaruhi perubahan indeks eritrosit, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan perbedaan.Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan indeks eritrosit pada pasien Gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia 18–59 tahun (72,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,6%). Sebagian besar responden memiliki MCV normositik (93,5%), MCH normokromik (92,0%), dan MCHC normokromik (88,4%). Hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan MCV (p=0,894), MCH (p=0,511), dan MCHC (p=0,355), maupun antara jenis kelamin dengan MCV (p=0,110), MCH (p=0,881), dan MCHC (p=0,561).Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia maupun jenis kelamin dengan indeks eritrosit pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon.
Kata kunci: gagal ginjal kronik, hemodialisis, indeks eritrosit, usia, jenis kelamin.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |