HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN RANGE OF MOTION AKTIF DENGAN FUNGSI MOBILITAS EKSTREMITAS INFERIOR PADA PENDERITA NYERI LUTUT DI PUSKESMAS SUMBER KABUPATEN CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Faza Arimi Lutfi |
| Pengarang 1 | : Moh. Irwan Dharmansyah |
| Pengarang 2 | : Hani Andriani |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Faz h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 77 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
1Latar Belakang: Nyeri lutut merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum di berbagai kelompok usia dan menjadi salah satu penyebab utama terbatasnya aktivitas fungsional, sehingga menurunkan kualitas hidup penderitanya. Secara global, GBD 2021 mencatat 374,7 juta kasus nyeri lutut akibat osteoartritis, sementara studi COPCORD 2023 melaporkan 15,0% penduduk dewasa Indonesia mengalaminya. Di Jawa Barat, prevalensi penyakit sendi menempati peringkat keenam tertinggi nasional sebesar 8,86%, sedangkan di Kabupaten Cirebon tercatat 6,44%, dengan 130 kasus kunjungan nyeri lutut di Puskesmas Sumber pada Desember 2025 saja. Tingginya angka ini menegaskan urgensi penanganan nyeri lutut, sebab kondisi yang dibiarkan dapat memicu keterbatasan Range of Motion aktif hingga gangguan fungsi mobilitas ekstremitas inferior yang berkelanjutan. Tujuan: Mengetahui hubungan IMT dan ROM aktif dengan fungsi mobilitas ekstremitas inferior pada penderita nyeri lutut di Puskesmas Sumber Kabupaten Cirebon. Metode: Penelitian observasional analitik cross-sectional pada 97 responden dengan consecutive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran IMT, ROM aktif sendi panggul dan lutut menggunakan goniometer, serta Five Times Sit to Stand Test. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman (p<0,05). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara IMT (r=0,291; p=0,004), ROM fleksi panggul (r=0,439;p<0,001), ekstensi panggul (r=0,225;p0,026), fleksi lutut (r=0,352;p<0,001), dan ekstensi lutut (r=0,752; p<0,001) dengan fungsi mobilitas ekstremitas inferior. Simpulan: IMT dan ROM aktif berhubungan signifikan dengan fungsi mobilitas ekstremitas inferior pada penderita nyeri lutut, dengan ROM aktif ekstensi lutut sebagai variabel yang memiliki hubungan paling kuat.
Kata Kunci: Nyeri Lutut, Indeks Massa Tubuh, Range of Motion Aktif, Fungsi Mobilitas Ekstremitas Inferior, Five Times Sit to Stand Test
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |