HUBUNGAN GANGGUAN PENDENGARAN DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN BICARA PADA BALITA DI RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Haura Febriyanti Putri
Pengarang 1 : Pahmi Budiman Saputra Basyi
Pengarang 2 : Defa Rahmatun Nisaa
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 0 Hau h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 69 hlm
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

1Latar Belakang: Gangguan pendengaran pada balita dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa karena berkurangnya stimulasi auditori yang diperlukan dalam proses komunikasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara gangguan pendengaran dengan gangguan perkembangan bicara pada balita di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 57 balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Gangguan pendengaran dinilai menggunakan Otoacoustic Emissions (OAE), sedangkan perkembangan bicara dinilai menggunakan sektor bahasa dan bicara pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Dari 57 balita, sebanyak 44 balita (77,2%) memiliki hasil OAE REFER dan 13 balita (22,8%) memiliki hasil OAE PASS. Berdasarkan penilaian KPSP, sebanyak 53 balita (93,0%) mengalami gangguan perkembangan bicara dan bahasa, sedangkan 4 balita (7,0%) memiliki perkembangan bicara sesuai usia. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p=0,034 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara gangguan pendengaran dengan gangguan perkembangan bicara pada balita. Nilai Prevalance Ratio (PR) sebesar 1,27 yang menunjukkan bahwa balita dengan hasil OAE REFER memiliki prevalensi gangguan perkembangan bicara sebesar 1,27 kali lebih tinggi dibandingkan balita dengan hasil OAE PASS. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan pendengaran dengan gangguan perkembangan bicara pada balita di Poliklinik THT RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Deteksi dini gangguan pendengaran melalui skrining pendengaran perlu dilakukan untuk mencegah keterlambatan perkembangan bicara pada anak.

Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Perkembangan Bicara, Balita, OAE, KPSP.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada