KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN ERUPSI OBAT DI RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2023-2025
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Syafiq Abdillah Adisastra |
| Pengarang 1 | : Maya Wahdini |
| Pengarang 2 | : Lestari Putri |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Sya k |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 93 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Erupsi obat merupakan reaksi kulit merugikan akibat obat yang menjadi bagian utama dari cutaneous adverse drug reactions (CADR), dengan proporsi sekitar 8–10% dari seluruh konsultasi dermatologi di fasilitas kesehatan tingkat tersier. Manifestasinya bervariasi dari ringan hingga berat seperti Stevens-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, jumlah obat yang dikonsumsi, jenis obat, dan komorbiditas pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pasien dengan erupsi obat berdasarkan data rekam medis di RSD Gunung Jati Cirebon tahun 2023-2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien erupsi obat alergi. Dari populasi 163 pasien, setelah seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sampel sebanyak 67 pasien dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Distribusi umur pasien terbanyak pada kelompok usia 45–64 tahun (37,3%). Proporsi jenis kelamin terbanyak laki-laki 50,7%. Jenis erupsi obat terbanyak adalah erupsi makulopapular (56,7%), sedangkan erupsi berat (SJS, SJS overlap TEN, TEN) ditemukan pada 14,9% kasus. Sebagian besar pasien (38,8%) mengonsumsi 4 macam obat sebelum erupsi. Golongan obat antituberkulosis (OAT) paling banyak diduga sebagai penyebab (27,0%), diikuti antibiotik (17,0%), NSAID (11,0%). Komorbid tuberkulosis ditemukan pada 71,0% kasus. Sebagian besar pasien (61,2%) ditangani rawat jalan. Simpulan: Golongan obat antituberkulosis merupakan penyebab tersering erupsi obat pada populasi penelitian, sejalan dengan tingginya proporsi komorbid tuberkulosis. Sebagian besar kasus tergolong ringan hingga sedang dan ditangani rawat jalan.
Kata Kunci: erupsi obat, karakteristik pasien, rekam medis, obat antituberkulosis
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |