HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) BERDASARKAN KLASIFIKASI GOLD (GLOBAL INITIATIVE FOR CHRONIC OBSTRUCTIVE LUNG DISEASE) DENGAN KEKUATAN GENGGAM TANGAN PADA LANSIA

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Bakhtiar Rifai Faturrozaq
Pengarang 1 : Irene Gunawan
Pengarang 2 : Adetya Rahma Dinni
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 0 Bak h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 128 hlm
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit sistemik yang tidak hanya menyebabkan gangguan fungsi paru, tetapi juga disfungsi otot perifer yang dapat dinilai melalui Hand Grip Strength (HGS). Penurunan kekuatan otot perifer dapat memengaruhi kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan penilaian yang lebih komprehensif terhadap kondisi fungsional pasien PPOK. Tujuan: Mengetahui hubungan derajat keparahan PPOK berdasarkan klasifikasi Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) dengan kekuatan genggam tangan pada lansia di RSUD Gunung Jati, serta menganalisis perbedaan kekuatan genggam tangan berdasarkan tingkat sesak napas (Modified Medical Research Council/mMRC) dan dampak penyakit (COPD Assessment Test/CAT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 lansia penderita PPOK yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Derajat keparahan PPOK dinilai berdasarkan klasifikasi GOLD, tingkat sesak menggunakan mMRC, dan dampak penyakit menggunakan CAT. Kekuatan genggam tangan diukur menggunakan handgrip dynamometer. Data dianalisis menggunakan uji Spearman, One-Way ANOVA, dan regresi linear berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang bermakna antara derajat GOLD dengan kekuatan genggam tangan (r = -0,458; p = 0,011). Rerata kekuatan genggam tangan berbeda secara bermakna berdasarkan kategori GOLD (p = 0,001), kategori mMRC (p = 0,003), dan kategori CAT (p = 0,004). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa derajat GOLD (B = -3,12; p = 0,008) dan indeks massa tubuh (B = 0,44; p = 0,041) merupakan prediktor independen terhadap kekuatan genggam tangan. Simpulan: Semakin berat derajat keparahan PPOK berdasarkan klasifikasi GOLD, semakin rendah kekuatan genggam tangan pada lansia.

Kata kunci: Hand Grip Strength, kekuatan otot perifer, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, GOLD, lansia.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada